Intan Fauzi Apresiasi Capaian Realisasi Investasi di Tahun 2021 sebesar Rp901 Triliun

28-02-2022 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Intan Fauzi mengikuti pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (24/2/2022). Foto: Novel/Man

 

Anggota Komisi VI DPR RI Intan Fauzi mengapresiasi target dan capaian realisasi investasi Tahun 2021 oleh Kementerian Investasi/BKPM sebesar 100,1 persen dengan total Rp901,0 triliun dari target Presiden Joko Widodo sebesar Rp900 Triliun. Kemudian, ia juga berharap Indonesia kawasan timur, khususnya Sulawesi Selatan dapat ikut berperan andil secara besar dalam pencapaian realisasi investasi. 

 

Hal tersebut disampaikan Intan usai mengikuti pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI dengan Eselon 1 Kementerian Investasi/BKPM, Eselon 1 Kementerian BUMN, Direktur Utama PT BNI (Persero) Tbk, Dirut PT Kawasan Industri Makassar (Persero), Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Dirut PT Semen Tonasa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (24/2/2022). 

 

“Pencapaian investasi di (tahun) 2021, pencapaian realisasinya bagus (sebesar) Rp901 Triliun, memang sekarang artinya (investasi) sudah didorong ke luar (Pulau) Jawa, hari ini kami melakukan kunker ke Makassar (kawasan) Indonesia Timur ya tentu kami harapkan juga investasi itu realisasi pendapatannya juga masuk besar itu termasuk Indonesia Timur,” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

 

Sejak triwulan III tahun 2020, realisasi investasi di luar Pulau Jawa selalu lebih besar daripada realisasi investasi di Pulau Jawa. Hal ini merupakan hasil dari pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa yang masif pada periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi. Selanjutnya, Intan juga sedikit menyinggung bahwa perkembangan realisasi investasi di Tahun 2021 berdasarkan lokasi untuk Sulsel belum masuk ke dalam urutan 5 besar. Dalam pemaparan, pada tahun 2021 Sulsel masih di urutan ke 16 berdasarkan realisasi investasi untuk Penanaman Modal Asing (PMA) ditambah Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

 

“Kalau sekarang kan (peringkat realisasi investasi) 5 besar masih didominasi DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Kalimantan karena kita tahu program presiden itu adalah bagaimana kawasan-kawasan itu juga berkembang di Indonesia Timur, nah salah satunya tadi hadir Dirut dari KIMA (PT Kawasan Industri Makassar), tapi KIMA sendiri ya kondisi kinerja keuangannya juga tidak terlalu baik, ini yang juga harus kemudian betul-betul dibedah sehingga bagaimana ini bisa ditingkatkan,” pungkas legislator dapil Jawa Barat VI itu. (nvl/sf)

BERITA TERKAIT
Asep Wahyuwijaya Sepakat Perampingan BUMN Demi Bangun Iklim Bisnis Produktif
09-01-2025 / KOMISI VI
PARLEMENTARIA, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana akan melakukan rasionalisasi BUMN pada tahun 2025. Salah...
147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD
09-01-2025 / KOMISI VI
PARLEMENTARIA, Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan raibnya 147 aset BUMN ID Food senilai Rp3,32 triliun. Menanggapi laporan tersebut,...
Herman Khaeron: Kebijakan Kenaikan PPN Difokuskan untuk Barang Mewah dan Pro-Rakyat
24-12-2024 / KOMISI VI
PARLEMENTARIA, Jakarta - Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen akan mulai berlaku per 1 Januari 2025. Keputusan ini...
Herman Khaeron: Kebijakan PPN 12 Persen Harus Sejalan dengan Perlindungan Masyarakat Rentan
24-12-2024 / KOMISI VI
PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menyoroti pentingnya keberimbangan dalam implementasi kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai...